Salah seorang korban, Herman (28), warga Dongkek, Sumenep mengatakan, saat itu kapal sebenarnya sudah siap untuk diberangkatkan ke Masalembu, namun terlebih dahulu dilakukan pengecekan mesin.
"Saat mesin dicek, ada percikan api lalu menyambar ke BBM," ujar Herman pada detiksurabaya.com saat dirawat di RSI Kalianget, Jalan Pelabuhan, Kamis (22/10/2009) malam.
Ke-7 korban yang terdiri 6 ABK dan 1 orang penumpang terjebak kobaran api. Mereka yang selamat tersebut melompat ke laut, namun 1 orang ABK dan 1 orang penumpang tidak diketahui keberadaannya.
Seperti diberitakan sebelumnya, KLM Alif Utama yang mengakut 48 drum solar dan 96 drum bensin terbakar sekitar pukul 20.35 WIB. Sebelum terbakar sempat terdengar ledakan keras dari kapal yang akan menuju Pulau Masalembu itu.
(bdh/bdh)











































