Data yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan bahwa kebocoran penjualan tiket kedua terjadi saat pertandingan antara Persik melawan Bontang FC dilangsungkan pada Sabtu (17/10/2009) yang lalu.
Ada kebocoran di pintu Utama A sebanyak 59 lembar tiket, di Pintu Utama B sebanyak 192 lembar tiket, di Pintu Ekonomi C sebanyak 335, di Pintu Ekonomi D sebanyak 178 lembar tiket, serta di Pintu Utama F sebanyak 179 lembar tiket.
Dari jumlah kebocoran tersebut, Panpel Persik mengalami kerugian mencapai Rp 18.150 juta. Terbongkarnya kebocoran tiket ini sendiri diketahui oleh staf Inspektorat Kota Kediri yang ditempatkan di setiap pintu masuk untuk melakukan pengawasan.
"Total keseluruhan ada 961 lembar tiket yang berarti 961 orang masuk ke stadion tanpa memiliki tiket. Mereka masuk ke stadion karena kenal dengan petugas portir yang ada di pintu masuk dan motifnya tetap sama, cukup mengucapkan halo," kata Ketua Panpel Persik Kediri Bambang Sumarjono saat ditemui wartawan di Sekretariat Persik, Kamis (22/10/2009).
Ditanya mengenai pelaku pembocor tiket, Bambang mengaku tetap petugas portir. Meski demikian, apabila dalam kejadian sebelumnya merupakan oknum anggota Satpol PP, kali ini muncul dugaan bahwa ada keterlibatan oknum anggota TNI/Polri yang juga ditempatkan untuk melakukan penjagaan.
Yang ironis, apabila dugaan ini benar terbukti, pihak panpel mengaku mengalami kerugian dobel, Masalahnya dalam setiap pertandingan, dana keamanan yang diserahkan ke kepolisian dan TNI diakui mencapai Rp 15 juta hingga Rp 20 juta.
"Saya ngomong seperti ini semua berdasarkan laporan inspektorat. Sekarang kami hanya bisa berharap kejadian serupa tidak terulang lagi, pertandingan ke depan portir harus lebih tegas dan profesional," tegas Bambang.
Kepolisian Bantah Terlibat
Secara terpisah Wakapolresta Kediri Kompol Kuwadi membantah adanya dugaan keterlibatan polisi. Namun, dia siap menindak jika memang ada anak buahnya yang melanggar peraturan sehingga dapat diberi sanksi internal.
"Kalau memang kami dianggap membocorkan tolong tunjukkan siapa orangnya, biar nanti kami menindaknya dengan tegas. Yang kami tahu justru Satpol PP yang mungkin melakukannya, karena dalam bertugas melakukan pengamanan kami tidak bersinggungan dengan portir," ungkap Kuwadi dengan nada tegas.
Diberitakan sebelumnya, dalam pertandingan Persik melawa Persisam Samarinda tanggal 14 Oktober yang lalu kasus kebocoran penjualan tiket juga terjadi. Saat itu pelakunya diketahui sebagai oknum anggota Satpol PP Kota Kediri, dengan modus tidak menyobek tiket dari penonton untuk selanjutnya dijual kembali ke tangan calo.
(bdh/bdh)











































