Kejadian naas warga Desa Aengbaja Raja, Kecamatan Bluto, Sumenep Madura itu bermula saat tali yang digunakan sebagai alat memegang gamping putus.
Akibatnya, korban jatuh ke dalam pembakaran gamping bersamaan dengan amblasnya lubang pembakaran. Korban terjepit batu gamping yang dibawahnya terdapat barah yang masih berkobar.
Korban pun harus terbaring kaku di sal bedah RSU dr Moh Anwar untuk menjalani perawatan. Karena selain sekujur tubuhnya melepuh, jari-jari kaki bapak dua anak itu putus dan terbakar.
Sementara keluarga dan warga yang berusaha mengevakuasi korban sempat terkendala bara api yang masih menyala. Sehingga tubuh korban pun terjepit batu gamping 30 menit. Sedangkan putri korban, Ru'innah (39) mengatakan dalam waktu sekejap tubuh korban terlihat warna hitam setelah terhimpit bara api.
"Dari panasnya bara api dan batu gamping yang menghimpit tubuh korban selama 30 menit, saat evakuasi dia tidak sadarkan diri," kata Ru'innah kepada wartawan di lokasi.
Salah seorang petugas medis RSU dr Moh Anwar Sumenep yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sekujur tubuh korban melepuh karena terbakar.
"Hanya leher dan kepalanya yang kelihatan baik," ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Jalan dr Cipto Sumenep.
Dari pantauan detiksurabaya.com, tubuh korban dibalut dengan perban. Selama perawatan korban tidak hentinya merintih kepanasan dan kesakitan. (fat/fat)











































