Sayang para GTT dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Umum (SMU) kembali pulang dengan tangan hampa. Karena dari hasil pertemuan dengan Bupati Malang Sujud Pribadi bahwa mereka harus kembali menunggu hingga ada peraturan jelas.
"Kami masih harus menunggu, karena bupati akan mengadakan pertemuan dengan dinas terkair membicarakan masalah ini," ujar Nurul Yakin perwakilan GTT usai diterima oleh Bupati Malang, Selasa (20/10/2009).
Menurut Nurul sampai kini dirinya bersama ribuan GTT masih menunggu SK Bupati Malang untuk mengalihkan status mereka menjadi pegawai negeri sipil.
"Secara pribadi kami kecewa dengan apa yang disampaikan bupati, karena telah lama kami menunggu SK tersebut," tegasnya.
Kekecewaan juga tampak dari wajah ratusan guru wanita, mereka harus kembali dengan ketidakpastian. Sriwahyuni (30) salah satu GTT SDN di Karangploso, Kabupaten Malang. Dia mengaku kecewa karena tidak ada kejelasan statusnya.
"Apa kita harus mogok secara bersama-sama agar pendidikan di Kabupaten Malang terhenti, jika mengetahui belum ada keputusan secara jelas," kata wanita yang mengaku telah 10 menjadi GTT.
Sementara setelah mendapatkan hasil yang tidak memuaskan, ribuan guru kemudian membubarkan diri dengan tertib.
(fat/fat)











































