Acara yang diikuti guru di 63 SD se Kecamatan Kota digelar di Masjid Al Munawarah di Jalan Segara, Pamekasan, Selasa (20/10/2009).
Anggota panitia, Catur Pandu mengatakan, acara pembersihan ini diselenggarakan atas permintaan Dewan Guru Pamekasan. Sebagai pengisi materi, panitia mendatangkan pembersihan jiwa spiritual dari lembaga Spiritual Building Training (SBT), asuhan Andi Kusuma Brata.
"Karena ada permintaan kegiatan pembersihan spiritual, maka kami menghubungi ahlinya di Solo," jelas Pandu, saat ditemui di teras Masjid Al Munawarah.
Selama mengisi materi pembersihan jiwa, seluruh pintu dan jendela masjid ditutup kain tirai berwarna hitam. "Tirai dipasang agar menaikkan kekhusukan peserta," kata Pandu.
Dalam ruang remang-remang itu, Andi Kusuma melengkapi ceramahnya dengan media OHP (over head projector). Sejumlah peserta yang tampak khusuk mendengarkan materi terkait hukum Allah, tak kuat menahan air matanya.
Suasana haru bercampur tangis tampak melanda guru-guru perempuan. "Saya tidak tahan saat mendengar beragam hukuman Allah atas umatnya yang menyalahi hukum agama dan hukum negara," ucap Suyati (56), yang menjabat Kepala Sekolah SDN Gladak Anyar 4.
Suasana haru juga menyergap Sri Susanti (52), guru SDN Bugih 4. "Acara ini telah mencuci suasana jiwa dan spiritual saya," katanya terharu.
Pandu berharap acara pencucian spiritual ini dilaksanakan di 13 wilayah kecamatan se Pamekasan. "Setidaknya acara ini bisa mengisi ulang keimanan seorang aparat negara untu menghindari KKN," tegas
Pandu.
Artinya, acara membangun kembali aura spiritual para aparat negara seperti para guru ini akan menjadi insana yang anti Korupsi Kolusi dan Nepotisme.
(bdh/bdh)










































