Peristiwa itu terjadi pada Kamis (15/10/2009) dan diduga berasal dari tabung gas 12 kg yang bocor di ruang dapur.
Polisi langsung melakukan penyelidikikan terhadap peristiwa itu dengan menyelidiki mendatangkan Tim Labfor Mabes Polri cabang Surabaya.
"Sementara ini kami menduga ledakan itu berasal dari tabung elpiji di ruang dapur, namun, kepastiannya kami akan mendatangkan labfor," kata Kapolresta Malang AKBP Daniel Tahi Monang Silitonga kepada wartawan di mapolresta.
Daniel belum dapat menghitung kerugian akibat kejadian itu. Dia mengaku kejadian ini sangat mengejutkan karena berada di lingkungan Mapolresta Malang.
Menurutnya dengan didatangkan tim labfor akan diketahui penyebab dan asal ledakan. "Jika memang berasal dari tabung gas, apakah itu karena kesalahan teknis atau human error," ungkapnya.
Menurutnya, kejadian ini harus ditanggapi serius dan penanganan kasus ledakan elpiji telah menjadi atensi untuk diungkap. Karena dalam dua bulan terakhir kasus ledakan elpiji telah sering terjadi, dan belum tahu penyebab pasti kejadian itu. Padahal, telah banyak memakan korban. "Ini tidak boleh dianggap enteng, karena telah sering terjadi," tandasnya. (wln/wln)











































