Ratusan santri ponpes Al-Habib Shodiq, Desa Brani Kulon, Kecamatan Maron melakukan hal serupa. Mereka menolak mentah-mentah terhadap kedatangan artis purno itu ke Indoensia, Selasa (13/10/2009).
Dalam melakukan aksinya di halaman ponpes, ratusan santri itu membawa poster dan gambar Miyabi. Mereka meneriakkan yel-yel "tolak Miyabi" dan membakar posternya sebagai bentuk sikap penolakan mereka.
"Ayo kita tolak kedatangan Miyabi. Karena dengan membiarkan kedatangan Miyabi ke Indonesia berarti sama saja kita membiarkan kemaksiatan merajalela di negara kita," teriak salah seorang santri, Mustofa.
Sementara itu, Pengasuh ponpes Al-Habib Shodiq, Habib Qodir mengatakan, aksi demo yang dilakukan para santrinya itu sebagai wujud penolakan terhadap artis Miyabi yang akan melakukan shuting film di pulau Bali.
"Kita tidak hanya menolak terhadap kedatangan artis Miyabi saja, tetapi semua artis yang berbau purno kita tolak," tegasnya.
Alasan sikap penolakan tersebut, imbuh kiai kharismatik asal Probolinggo itu, karena jelas akan mempengaruhi moral generasi muda sebagai penerus bangsa. "Makanya pemerintah harus bisa mencegah, agar tidak terjadi aksi demo dimana-mana," pungkasnya. (bdh/bdh)










































