Para santri ini merasa keberatan jika Indonesia harus kedatangan tamu seorang pemeran film porno, aksi tersebut juga merupakan dukungan kepada pemerintah agar kedatangan bintang porno itu harus diurungkan.
"Indonesia memang bukan negara islam, namun kita sebagai bangsa yang menghargai adat ketimuran meresa keberatan jika bintang film porno itu harus ke Indonesia," terang Ustad Ainul Yakin Ali Ghufron, pengasuh ponpes.
Tidak hanya kalangan santri, dari unsur partai politik berbasis Islam juga melakukan aksi serupa, adalah DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP), serta DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga melakukan aksi bakar poster Miyabi.
"Banyak bintang film yang juga bisa memerankan film itu, kenapa harus Miyabi yang notabene adalah bintang film porno, kalau kami lihat ini kan hanya kepentingan personal saja, tanpa mau menghargai keberadapan Indonesia secara utuh, serta mengorbankan harga diri bangsa ini," terang Saiful Bahri, Ketua DPC PKB Situbondo.
(bdh/bdh)










































