Pesta Miras Berujung Duel, 1 Orang Tewas

Pesta Miras Berujung Duel, 1 Orang Tewas

- detikNews
Selasa, 13 Okt 2009 00:55 WIB
Pesta Miras Berujung Duel, 1 Orang Tewas
Malang - Diduga akibat duel dengan temannya ketika sedang pesta minuman keras (miras), Cahyo Adi Wardoyo (46) tewas dengan kondisi mengenaskan. Pelaku yang kabur masih dalam pengejaran polisi.

Mayat korban ditemukan warga di Jalan Dusun Krajan, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Senin (12/10/2009). Warga yang tercatat tinggal di Jalan Letjen S. Parman, Kelurahan Purwantoro, Kota Malang ini mengalami luka bacok di bagian leher hingga nyaris putus.

Namun untuk memastikan kematian lelaki beranak tiga ini, petugas kepolisian membawan mayat ke Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang. Menurut keterangan yang dihimpun menerangkan, bahwa sebelumnya korban diketahui berada di sebuah rumah untuk menggelar pesta miras. Saat pesta itulah kemungkinan terjadinya perkelahian.

"Korban sebelumnya pesta miras dengan teman-temannya," ungkap seorang anggota Polsek Gedangan ikut mengantar jenazah korban ke rumah sakit.

Sementara menurut Wagimun, petugas keamanan dusun setempat menyatakan dirinya tidak mengetahui persis peristiwa menimpa korban. Karena setelah mendapat kabar tentang adanya perkelahian, dia sudah melihat korban tak bernyawa dengan dua luka sabetan senjata tajam pada bagian leher, pelipis kiri, dan bagian lengan kiri. 

"Saya datang korban sudah tak bernyawa," ujarnya di kamar mayat RSSA Malang.

Sementara itu Yahya (45), adik kandung korban menuturkan, sampai kini pihak keluarga belum mengetahui jelas permasalah hingga berujung pembunuhan terhadap korban.
Yahya menjelaskan, keberadaan korban di Dusun Krajan berkunjung ke rumah saudara sejak H+7 lebaran lalu.

Selama ini korban tinggal di Jalan Letjen S Parman, bersama dengan tiga anaknya. Sedangkan, istri korban bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hongkong. "Kami ingin kasus ini segera terungkap dengan menangkap pelaku," tuturnya. Hingga kini jenazah korban masih berada di kamar mayat RSSA Malang untuk  ilakukan autopsi.

(gik/gik)
Berita Terkait