Di hadapan suporter fanatiknya di Stadion Kanjuruhan, "Singo Edan" menang tipis 1-0 lewat gol Fahrudin di menit 53.
Sejak menit awal tim tuan rumah rajin melakukan tekanan. Serangan kerap mengalir lancar dari sayap kiri melalui Ridhuan, yang cukup mobile dalam menyalurkan bola ke depan kepada stiker asal asal Singapura, Noor Alam Syah.
Akan tetapi sampai babak pertama selesai tidak tercipta gol, begitu pun dari kubu Persija. Kedua tim harus puas berbagi skor kacamata saat turun minum.
Di awal babak kedua Arema menemukan celah dalam menembus lini belakang Persija yang dijaga ketat oleh Abanda Herman dan kawan-kawan.
Delapan dari restart, Fahrudin menyambar umpan silang Roman Chamelio dari sayap kanan untuk menjebol gawang M. Yasir. Skor pun berubah, 1-0 untuk tuan rumah dan bertahan sampai bubaran.
"Kami bersyukur. Dengan dukungan ribuan penonton para pemain Arema mampu bermain bagus hingga memenanginya," jelas pelatih Robert Albert kepada pers seusai pertandingan. "Ini sesuai dengan target kami, yaitu menang di kandang,” sambungnya.
Sementara itu arsitek Persija, Maman Suryaman, mengatakan anak-anak asuhnya bermain tegang dan itu membuat koordinasi tim melemah. Gol yang tercipta pun merupakan kelengahan pihaknya.
"Kami akui nervous setelah tekanan terus dilakukan oleh pemain arema," kata Maman yang merupakan pelatih baru untuk "Macan Kemayoran" itu.
(a2s/bdh)










































