Teriakan histeris ratusan siswa menggema saat gempa berlangsung. Mereka berhamburan keluar kelas untuk menyelamatkan diri. Bunyi sirene terus meraung-raung memberi tanda peringatan untuk menyelamatkan diri.
Petugas SAR dari TNI AL datang ke lokasi. Mereka segera memberikan bantuan, dan mengevakuasi korban terjepit puing-puing bangunan berlantai dua yang roboh.
Para korban berhasil dievakuasi kemudian dibawa menggunakan tandu menuju mobil ambulance untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Sementara, para korban yang terjebak di lantai dua dievakuasi menggunakan replyng atau tali menuju untuk sampai ke lapangan terbuka.
Namun, Anda jangan salah sangka dulu. Semua kejadian di atas hanyalah simulasi mengantisipasi terjadinya gempa bumi di SMPK Cor Jesu Malang., Sabtu (10/10/2009).
"Simulasi kami adakan, agar para siswa segera tanggap bila terjadi gempa bumi," kata Kepala Sekolah SMPK Cor Jesu Malang, Suster Maria Goreti kepada detiksurabaya.com selesai acara simulasi.
Dalam simulasi diikuti sekitar 314 siswa-siswi dari kelas I sampai kelas III ini berjalan sekitar satu jam. SAR TNI AL dari Lanal Malang juga dilibatkan.
"Antipasi kami dimulai dengan membunyikan sirene disusul para siswa keluar gedung dan berkumpul di lapangan terbuka," jelasnya.
Menurut Maria simulasi dilakukan setelah banyaknya kejadian gempa bumi di tanah air. "Para siswa biar tanggap bila terjadi gempa," imbuhnya.
(bdh/bdh)











































