"Yang penting kami sudah berusaha. Jadi kalau sampai terjadi apa-apa tidak salah," kata Sokiran (50) warga setempat kepada wartawan Rabu (7/10/2009).
SokiranĀ menuturkan, begitu mendengar ada informasi akan terjadinya gempa ia bersama seluruh anggota keluarga memutuskan tidur di luar rumah. Sejak Selasa malam hingga Rabu pagi jalan di lingkungan tersebut dipenuhi warga yang tidur di bahu jalan. Namun setelah ditunggu hingga Rabu siang dan tidak terbukti sebagian warga kembali kembali ke rumah.
"Katanya jam 1 malam akan terjadi gempa," ujarnya.
Mangun (70), warga lain mengakui, isu itu sendiri tidak jelas sumbernya. Kabar itu menyebar dari mulut ke mulut. Maski begitu hanya dalam hitungan menit kepanikan langsung terjadi.
"Kami masih khawatir dan masih akan berjaga-jaga," tandas dia.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Badan Kesbangpolinmas Pacitan, Wasi Prayitno mengimbau warga agar tidak mudah percaya dengan isu-isu terkait gempa bumi. Ia mengakui jika kota Pacitan termasuk daerah rawan gempa karena berada di pesisir selatan Jawa.
Namun sampai sekarang belum ada ilmuwan atau peralatan yang mampu mendeteksi kapan akan terjadi gempa bumi.
"Yang terpenting warga mengetahui tata cara dan tahapan-tahapan tindakan jika terjadi bencana," ujar Wasi.
(bdh/bdh)










































