105 Wanita Diwisuda sebagai Penari Tayub

105 Wanita Diwisuda sebagai Penari Tayub

- detikNews
Rabu, 07 Okt 2009 08:38 WIB
105 Wanita Diwisuda sebagai Penari Tayub
Tuban - Sebanyak 105 wanita diwisuda sebagai Waranggono atau penari Kesenian Tayub di Pemandian Bektiharjo, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Rabu (7/10/2009).

Selain itu, prosesi bernuansa sakral yang akan berlangsung pukul 10.00 Wib ini juga diikuti 125 wisudawan Pramugari Tayub (pria pendamping waranggono). Tak ketinggalan pula 62 pemimpin karawitan. Total kegiatan wisuda tayub tersebut diikuti 296 pelaku seni, mulai waranggono, pramugari dan pimpinan karawitan.

Helat wisuda waranggono tahunan ini digelar Dinas Industri Perdagangan Pariwisata Seni Budaya Pemkab Tuban. Bahkan helat ini telah menjadi agenda budaya tahunan di Tuban.

Para pelaku seni yang disetiap pertunjukannya, kental aroma minuman tuwak ini berasal dari sejumlah desa yang tersebar di 20 kecamatan di Tuban. Kegiatan ini dihadiri ratusan warga setempat, para seniman dan budayawan. Termasuk juga para pemuda yang dikenal sebagai penggemar berat para sindir.

Ritual wisuda waranggono, warga Tuban mengistilahkan Siraman Sindir semula digagas almarhum Wabup Tuban Soenoto. Bahkan, Mbah Noto-sapaan akrab wakil bupati pertama Tuban yang juga seniman tradisi itu.

Dia memang dikenal giat mengangkat program pemberdayaan seniman waranggono.
"Acara budaya ini rutin kita lakukan, bahkan telah menjadi agenda kegiatan tahunan Pemkab Tuban. Dari 296 peserta wisuda hanya enam orang yang izin tidak hadir," ungkap Kasi Seni Budaya Dinas Industri Perdagangan Pariwisawata dan Budayaan Pemkab TUban, Sutardji kepada detikSurabaya.com sebelum acara dimulai.

Dia mengaku kegiatan ini merupakan puncak dari pembinaan yang dilakukan Pemkab Tuban kepada para seniman tradisional. Sebelum diwisuda, para waranggono mengikuti rangkaian kegiatan yang dipakemkan Disparsebud Tuban. Diantaranya, menari Tari Gambyong, olah vokal dan tata busana yang sopan hingga perilaku saat pentas.

Setelah menyelesaikan beragam kegiatan berkesenian dan dinyatakan lulus, mereka baru diikutkan wisuda waranggono. Rangkaian kegiatan tersebut, merupakan upaya murni untuk pelestarian seni budaya khas Tuban.

"Ini kan bagian dari nguri-uri keberadaan seni tinggalan leluhur," ungkap Sutardji.

Sejumlah waranggono yang ditemui sebelum acara menyatakan rangkaian kegiatan yang dilalui ini semata memantabkan keahlian berkesenian tayub. "Semoga saja setelah diwisuda tanggapan untuk pentas ramai," ungkap Muntiyah, Waranggono Grabagan, Tuban yang ikut diwisuda. (gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini