Pencari Pasir Temukan Mayat Mengambang

Pencari Pasir Temukan Mayat Mengambang

- detikNews
Selasa, 06 Okt 2009 13:25 WIB
Kediri - Lokasi penambangan pasir di Desa Melati, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri gempar. Sesosok mayat laki-laki dengan penuh luka lebam ditemukan mengambang.

Mayat yang ditemukan memiliki ciri-ciri tinggi badan sekitar 160 centimeter, berambut cepak, mengenakan kaos warna ungu dan celana pendek berbahan jeans. Penemuan mayat tersebut pertama kali dilakukan oleh Win Suseno (38), seorang penambang pasir disela-sela menjalankan aktivitas kerjanya.

"Awalnya saya pikir kayu gelondongan, tapi setelah saya balik dengan gethek (pengayuh perahu) saya yakin itu mayat karena tangan dan kakinya terlihat kaku ke arah atas," ungkap Win saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Selasa (6/10/2009).

Usai yakin yang ditemukannya mayat, Win berteriak minta tolong ke sesama penambang pasir lainnya. Meski demikian, terbatasnya peralatan yang dimiliki menjadikan evakuasi terkendala. Mayat tersebut akhirnya dapat diangkat oleh sekelompok warga dengan menggunakan perahu penyeberangan yang tak jauh dari lokasi penambangan pasir.

Penemuan mayat tersebut langsung dilaporkan warga ke aparat kepolisian. Dari hasil olah TKP, polisi mendapati adanya luka lebam di sekujur tubuh mayat dan sedikit darah di bagia dada dan perut. Petugas tidak mendapati adanya identitas pada mayat tersebut, dan diperkirakan telah 7 hari mengambang di aliran Sungai Brantas.

"Apakah dia korban pembunuhan atau bukan kami belum dapat pastikan. Untuk luka lebam kemungkinan karena benturan dengan benda keras selama terapung, sementara darah kemungkinan keluar karena telah robeknya kulit akibat melepuh," jelas Kapolsek Mojo AKP Bambang Sutrisno.

Meski demikian guna mengungkap kepastian penyebab kematian mayat tersebut, serangkaian penyelidikan akan dilakukan.

"Termasuk kami akan koordinasi dengan Sub Bagian Reskrim Polwil Kediri. Ini kami lakukan karena bukan tidak mungkin mayat ini warga Blitar atau Tulungagung yang terseret air sampai kesini," ungkap Bambang.

Saat ini mayat telah dibawa ke RSUD Pelem Pare untuk proses identifikasi lebih lanjut. Meski demikian, apabila tetap tidak terdapat kepastian identitasnya, maka akan dimakamkan di pemakaman khusus orang-orang tak dikenal yang tak jauh dari rumah sakit.

(bdh/bdh)
Berita Terkait