Pascagempa di Sumbar, Warga Pacitan Diimbau Waspada

Pascagempa di Sumbar, Warga Pacitan Diimbau Waspada

- detikNews
Minggu, 04 Okt 2009 15:51 WIB
Pascagempa di Sumbar, Warga Pacitan Diimbau Waspada
Pacitan - Adanya prediksi terjadi gempa bumi besar di sepanjang Pulau Sumatera, Jawa hingga Bali dalam waktu dekat masyarakat Pacitan diimbau untuk waspada.

Pasalnya, secara geografis daerah ini berada di pesisir selatan dan berhadapan dengan Samudera Hindia dan rawan gempa.

"Pacitan memang masuk daerah rawan bencana, termasuk gempa bumi," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat, Pacitan, Wasi Prayitno kepada wartawan, Minggu (4/10/2009).

Wasi menjelaskan, klasifikasi Pacitan sebagai daerah rawan bencana merupakan hasil studi pemerintah pusat. Di Pacitan gempa bumi kerap terjadi, namun hanya berskala kecil.

Gempa tektonik sendiri terjadi karena ada pergeseran dua lempeng besar dunia, Indo-Australia dan Eurasia. Kedua lempeng berada memanjang mulai pesisir barat
Sumatera, selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur dan berlanjut ke Sulawesi, Maluku hingga Papua.

"Gempa-gempa kecil kemungkinan menetralisir gempa besar. Tetapi bukan jaminan tidak akan terjadi gempa besar sehingga warga harus waspada," tandasnya.

Jika terjadi gempa, warga diminta tidak panik dan secepatnya lari menyelamatkan diri. Yakni menuju ke tampat lapang yang jauh dari bangunan atau pohon-pohonan.Gempa bumi memang bisa diramalkan terjadi. Namun kapan waktu kejadiannya, sulit
diprediksi. "Yang terpenting lari menyelamatkan diri," tandasnya. 

Sementara itu, menghadapi kemungkinan terburuk akibat gempa, pemkab menyiapkan 13 titik evakuasi tsunami. Seluruh titik tersebar di 11 desa di wilayah Pacitan dengan ketinggian lebih dari 15 meter.

Pemilihan lokasi didasari pertimbangan kemudahan aksesbilitas. Baik bagi pengungsi maupun untuk pendirian sarana pendukung, seperti tenda dan dapur umum.

Demikian pula dengan jalur evakuasi yang sudah dipetakan. Pemetaan dilakukan agar saat terjadi bencana evakuasi berlangsung lancar dan menghindari kesemerawutan mobilisasi pengungsi.

Upaya antisipasi lainnya dengan pemasangan 3 unit Tsunami Early Warning System (TEWS). Piranti itu dipasang di pemukiman sekitar pantai dan di kantor Kesbangpolinmas sebagai pengendali.

Titik pemasangan sudah ditentukan melalui survei yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Antariksa Nasional (LAPAN). "Yang belum terpasang adalah rambu-rambu bencana," pungkasnya.

(wln/wln)
Berita Terkait