Selain bermuatan beras raskin, PLM dengan nahkoda Bang Rahiem (43) warga Pulau Kangean Sumenep, juga mengangkut bahan bangunan milik Kadir [47] warga Kangayan senilai Rp 70 juta serta 5 orang penumpang.
PLM itu tenggelam setelah diterjang ombak setinggi 4 meter saat memasuki perairan Goa-Goa. Ke-4 ABK dan 5 orang penumpangnya menyelamatkan diri dengan menggunakan drum kosong.
Para korban yang terapung-apung tersebut akhirnya berhasil ditolong oleh nelayan lain dan dievakuasi ke Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Proses evakuasi korban selamat tersebut berlangsung hingga, pukul 20:00 Wib.
Salah seorang warga Pulau Kangean,Sumenep, Badrul Aini menilai pemilik perahu dinilainya terlalu berani berlayar dengan muatan cukup banyak.
"Beras raskin itu tidak seharusnya dimuat dengan sebuah perahu yang kondisi cuaca tidak bersahabat," terang Badrul pada detiksurabaya.com di Pelabuhan Kalianget.
Badrul yang juga anggota DPRD Sumenep ini meminta pihak Dolog bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, sebab pendistribusian beras raskin hingga balai desa masih menjadi tanggungjawab dolog.
"Beras raskin yang tenggelam itu harus diganti oleh Dolog," ungkapnya.
(gik/gik)











































