Aksi yang diikuti belasan remaja itu digelar di depan Balaikota Malang, Jalan Tugu, Jumat (2/10/2009) pagi.
"Tak ada alasan lagi untuk tidak mencintai dan menghargai budaya, seperti batik," kata koordinator aksi IU regional Ngalam, Andreas Aray Dia Robertus kepada detiksurabaya.com.
Aksi ini, lanjut mahasiswa Universitas Merdeka Malang untuk mengajak masyarakat mengenakan batik. Menyusul badan kebudayaan PBB, UNESCO mengkukuhkan batik Indonesia sebagai The World Heritage.
Menurutnya IU merupakan komunitas peduli kesatuan dan persatuan melalui jaringan sosial seperti facebook, mig 33, twitter ini merasa terpanggil untuk ikut menyuarakan bahwa anak muda Indonesia tidak takut lagi untuk mencintai budayanya.
Kendati demikian, kata Andreas masyarakat diharapan tidak terbuai dengan rasa kebanggan itu. Karena tanggung jawab besar menunggu.Yaitu bagaimana melestarikan budaya merupakan pekerjaan paling berat.
"Bisa juga pelestarian dengan mengenakan batik dalam keseharian, bukan hanya dalam kegiatan formal saja. Bisa dengan kuliah, hang out, atau beragam aktifitas lainnya," ujarnya.
Dalam kampanye ini puluhan anggota IU juga mengenakan batik dan membawa bendera merah putih. Merekan berjalan mengelilingi bundaran tugu Balaikota Malang.
(bdh/bdh)










































