Untung sebenarnya bukan warga asli desa setempat. Asal usulnya pun tak jelas. Ia bermukim di Desa Purwoharjo sudah 15 bulan semenjak memperistri Semi (40), warga setempat yang berstatus janda beranak dua. Sejak itu pula, Untung terlihat bergelagat aneh.
"Dia itu tak mau berbaur atau bergaul sama warga, tertutup dan aneh," jelas Imam Subakir, tokoh masyarakat setempat saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Rabu (30/9/2009) siang.
Ajaran sesat itu sebenarnya sudah terendus warga sejak setahun terakhir. Selama itu pula Untung sudah mempengaruhi puluhan warga untuk menjadi pengikutnya. Rata-rata mereka berasal dari kawasan Kecamatan Purwoharjo.
Untung mengajarkan pengikutnya 'menyembah' sebuah kuburan keramat yang diyakini olehnya sebagai makam Mbah Projo, leluhur Desa Purwoharjo. Ritual itu dilakukan tiap penanggalan Jawa, malam Jumat Kliwon.
Sayangnya tak satupun pengikutnya yang mau berkomentar tentang ritual yang telah dilakoninya. Karena kejengkelan sudah memuncak, seratusan warga mendatangi rumah sang dukun dan memaksanya untuk hengkang. (gik/gik)










































