Salah seorang pemuda dusun itu, Arif Rahman (24), pernah memotret ritual kenduri dan doa yang digelar warga. Namun terdapat kilatan putih yang diduga jelmaan kekuatan Mbah Bogo. "Tahunya kalau ada kilatan putih saat di rumah," papar Arif, saat ditemui di rumahnya, Selasa (29/9/2009).
Di foto kedua, tidak muncul kilatan putih itu. Dari foto yang diamati detiksurabaya.com, kilatan putih itu mengarah ke sebuah pohon yang dibungkus kain putih. Di bawah pohon itu, diyakini warga terdapat makam Mbah Bogo, pendiri cikal bakal dusun itu.
Menurut Arif, saat memotret pohon berbalut kain putih itu, di sampingnya tidak ada anak yang merokok. Tidak ada pula kain perca putih yang dikibaskan temannya. "Saya heran sekali. Warga saat tahu hal ini juga sangat heran," kata Arif.
Menurut paranormal dusun itu, Syueb Munarman (53), kilatan itu bisa jadi kekuatan gaib yang melintas saat warga menggelar kenduri. "Cahaya putih itu menunjukkan kekuatan gaib yang dulunya dari golongan bersih," kata Syueb.
Meski demikian, Syueb meminta warga tidak takut dengan keberadaan sumur itu. Termasuk dengan legenda Mbah Bogo. "Kepercayaan kami, ada yang menyebut Mbah Bogo dan ada yang menyebut Nyai Bogo," kata Syueb.
Kedua orang itu, diyakini warga setempat sebagai ‘danyang’ atau pendiri cikal bakal dusun Karang Malang dan sekitarnya. "Sumur itu dulu juga milik bersama warga Desa Banjar Agung. Tapi karena patok batas sertifikat, akhirnya ikut dusun ini," jelas Syueb menutup pembicaraan. (bdh/bdh)










































