Masdar Hilmi (17) salah seorang penumpang mengatakan mobil masuk jurang karena sopir tidak tahu jika ada tikungan tajam dan curam. "Sebelum masuk jurang, sopir mengerem kendaraan, tapi seperti tidak berfungsi," kata Hilmi.
Rombongan anak muda dari Surabaya ini, semula ingin menuju kawasan air panas Pacet.
Namun rombongan ini tersesat di jalur menuju kawasan Cangar, Batu. Rombongan ini
lalu berbalik arah di sekitar Desa Sendi, Pacet, sekitar pukul 03.00 WIB tadi.
Sesampai di tikungan tajam selepas Desa Sendi, mobil justru masuk jurang. Rombongan
ini masih beruntung, sebab mobil yang ditumpangi tertahan sebongkah batu besar.
Sehingga jarak mobil dengan bahu jalan raya berjarak sekitar 10 meter saja.
Para pemuda ini tinggal asal Sidoresmo, Wonokromo, Surabaya. Dari 8 penumpang yang
ada, 5 di antaranya sudah pergi ke Surabaya. Semua korban hanya terluka ringan,
termasuk Isnaini (30), sopir mobil. Sedang Hilmi dan Afrial (17), menunggu mobil di
tengah hutan.
Kecelakaan ini sudah dilaporkan ke Polsek Pacet. Namun hingga Sabtu siang, mobil itu
belum juga dikeluarkan dari dalam jurang. Kedua pemuda, Hilmi dan Afrial, juga masih
menunggu kedatangan keluarganya dari Surabaya. (wln/wln)










































