Lokasi Pusat Api Tak Bisa Dilihat pada Siang Hari

Gunung Penanggungan Terbakar

Lokasi Pusat Api Tak Bisa Dilihat pada Siang Hari

- detikNews
Jumat, 25 Sep 2009 15:33 WIB
Lokasi Pusat Api Tak Bisa Dilihat pada Siang Hari
Pasuruan - Lereng Gunung Penanggungan yang membara di malam hari karena terbakar tak terlihat ketika siang hari.

Pantauan detiksurabaya.com dari kaki gunung, dari Sumber Suko Pandaan Pasuruan, sama sekali tak terlihat lokasi yang terbakar, Jumat (25/9/2009).

Bahkan asap tanda kebakaran pun juga sama sekali tak terpantau dari gunung yang memiliki ketinggian 1.653 m dpl (meter dari permukaan air laut).

"Kalau malam memang terlihat. Kalau siang ini tidak bisa dilihat," kata Samsul, warga Sumber Suko. Begitu pula saat di pantau melalui kawasan pungging Mojosari juga demikian.

Seperti diberitakan lereng gunung yang ada di wilayah KPH Pasuruan terbakar sejak Kamis (24/9/2009) pagi. Api sangat terlihat membara di puncak gunung ketika malam hari.

Bahkan bara api terlihat hingga dari Sidoarjo maupun Mojokerto. Penyebab kebakaran masih belum diketahui.

Gunung Penanggungan terletak di perbatasan Pasuruan dan Mojokerto. Jika melakukan perjalanan darat dari Surabaya menuju Malang, selepas keluar dari Jalan Tol Gempol, akan terlihat sosok Gunung Penanggungan dengan kondisi puncaknya yang tandus.

Dengan ketinggian sekitar 1.653 m dpl, puncak Gunung Penanggungan terdiri dari batuan cadas dan jarang ditumbuhi pepohonan, sehingga dari jauh terlihat gundul.

Secara administratif kawasan hutan gunung penanggungan berada pada wilayah perlindungan KPH Pasuruan.

Untuk mencapai puncak Gunung Penanggungan terdapat 4 pintu pendakian yaitu dari Trawas, Jolotundo, Ngoro dan Pandaan. Bagi pendaki yang memilih start dari Desa Jolotundo dan Ngoro, di sepanjang jalan akan melewati candi-candi peninggalan purbakala.

Sedangkan yang memilih start dari Desa Trawas dan Pandaan hampir tidak menjumpai peninggalan purbakala. Pada malam hari, udara di puncak berkisar sekitar 10 - 15 derajat sedangkan pada siang hari berkisar sekitar 15 - 25 derajat.

Mengingat suhu seperti ini, maka untuk lebih amannya dari gangguan udara dingin, tiupan angin yang kencang dan hujan, para pendaki disarankan berlindung di dalam Gua Botol yang berjarak 500 meter dari puncak. Gua yang belum lama ditemukan itu mampu menampung sekitar 15 orang. (gik/gik)
Berita Terkait