Rel Melengkung, 5 Gerbong Belum Bisa Dievakuasi

KA BBM Terguling di Malang

Rel Melengkung, 5 Gerbong Belum Bisa Dievakuasi

- detikNews
Kamis, 24 Sep 2009 08:57 WIB
Rel Melengkung, 5 Gerbong Belum Bisa Dievakuasi
Malang - Proses evakuasi terhadap lokomotif CC20109 membawa rangkaian gerbong BBM yang terguling di sekitar Stasiun Lawang, Malang pada Rabu (23/9/2009) di jalur cadangan belum dilakukan.

Meskipun kereta crain atau katrol telah tiba di lokasi sejak Kamis (24/9/2009) dini hari. Menurut keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com, para teknisi mengalami kesulitan untuk melakukan evakuasi terhadap loko bersama 5 gerbong yang terguling di lokasi.

Kesulitan disebabkan karena kondisi rel yang tidak memungkinkan untuk dilalui loko crain. "Kondisi rel tidak bagus mas, jadinya masih menunggu perbaikan," jelas Kepala Stasiun Lawang Mawan Novianto ditemui detiksurabaya.com di lokasi, Kamis pagi.

Menurut Mawan, meski telah dilakukan perbaikan kondisi rel yang melengkung di jalur utama Surabaya-Malang. Namun, belum dapat digunakan untuk loko crain. "Perlu perbaikan lagi pada jalur rel," imbuhnya.

Dari pantauan di lapangan, loko crain kumbo karno yang datang bersama belasan petugas dari Solo, Jawa Tengah, ini masih berada di areal jalur cadangan di Stasiun Lawang.

Masih Rawan

Kurang baiknya kondisi rel terbukti ketika 14 rangkaian KA BBM Pertamina melintas pada pukul 08.15 dari Stasiun Lawang harus berhenti di titik jalur rel melengkung.

Pasalnya, bagian roda depan pada gerbong kelima telah keluar jalur rel. "Roda gerbong lima keluar jalur rel, kami harus menghentikan laju kereta agar tidak terguling," kata Mawan ketika meninjau langsung ke lokasi.

Para petugas sendiri kini berusaha mengembalikan kondisi roda kembali ke jalur rel dengan jalan mendongkraknya. Sebelumnya, jalur rel utama Surabaya-Malang telah dapat digunakan sejak Rabu malam sekitar pukul 20.00 malam.

Sejumlah perjalanan kereta api ekonomi telah dapat melewati jalur rel yang melengkung di Stasiun Lawang.

"Sudah tiga perjalanan kereta ekonomi telah melewati jalur tersebut. Tidak ada kendala,"ujar Kepala Stasiun Besar Malang Setiono pada detiksurabaya.com melalui telpon genggamnya.
(gik/gik)
Berita Terkait