Mereka baru menggelar salat Idul Fitri alasannya tidak yakin dengan keputusan dari pemerintah terkait penetapan 1 Syawal 1430 H. Meski lambat 1 hari, pelaksanaan salat Idul fitri dilangsungkan di surau desa setempat. Salat Idnya pun dilakukan seperti pada umumnya dan berjamaah.
"Kami memang tidak merayakan lebaran kemarin karena tidak yakin. Apalagi dalam pemantauan rukyat di sebagian tempat di Jawa Timur juga tidak berhasil melihat hilal," kata Ustad Zamroji Asyari kepada wartawan.
Selain karena tidak yakin atas keputusan penetapan 1 Syawal yang dilakukan pemerintah, perayaan Idul Fitri lebih lambat sehari diakui sebagai bentuk pelaksanaan atas tuntunan syariat Islam yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, apabila penentuan 1 Syawal dilakukan dengan dibarengi karaguan, maka disarankan untuk mengenapkan ibadah puasa menjadi 30 hari.
"Kami memegang teguh ajaran Rasulullah. Karena itulah kami sama sekali tidak terpengaruh dengan dilihatnya hilal di luar Jawa Timur," ungkap Zamroji alumni Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri. (wln/wln)










































