Meski hanya terasa sekitar satu menit, namun getarannya cukup membuat panik.Seperti yang terlihat di kawasan Desa Jajag Kecamatan Gambiran. Warga memilih keluar rumah. Aktifitas transaksi di pasar pagi setempat sempat terhenti beberapa saat.
"Hoe..hoe.. ono lindu, ono lindu, lengguh lengguh,( Ada gempa, ada gempa, duduk duduk)," teriak salah seorang pedagang memperingatkan orang yang berada di pasar tak beratap tersebut.
Sementara itu, di pemukiman padat di pusat Desa Jajag (Kota Kecamatan Gambiran) warga memilih untuk duduk di luar rumah. Meski tak menimbulkan kerusakan, warga khawatir jika gempa susulan akan datang.
"Di sini dulu, siapa tahu gempanya datang lagi," kata Muji, warga Dusun Kampung Baru.
Namun kekhawatiran warga tak terbukti, akhirnya mereka kembali pulang ke rumah masing-masing. Dan yang di pasar pun kembali bekerja seperti biasanya.
Pusat gempa yang menggoncang Pulau Dewata berada 101 km tenggara Nusa Dua Bali dan 111 km sebelah Tenggara Kuta Bali.
(gik/gik)











































