4 Ribu Motor Melintas di Kediri Tiap Jam

Arus Mudik Lebaran

4 Ribu Motor Melintas di Kediri Tiap Jam

- detikNews
Jumat, 18 Sep 2009 12:33 WIB
4 Ribu Motor Melintas di Kediri Tiap Jam
Kediri - Memasuki H-3 lebaran kepadatan pemudik mulai tampak di Simpang 3 Mengkreng. Arus lalu lintas itu merupakan titik temu kendaraan dari arah Surabaya-Madiun dan Kediri. Menghindari kemacetan panjang, polisi menginstruksikan pengguna jalan memanfaatkan jalur alternatif.

Informasi yang digali dari Pos Polisi Mengkreng menyebutkan, kepadatan kendaraan terjadi sejak Jumat (18/9/2009) dini hari hingga siang ini. Dalam satu jam sedikitnya 2.000 kendaraan roda empat dan 4.000 kendaraan roda dua tercatat melintas dari arah Surabaya menuju Madiun dan Kediri. Akibat kepadatan itu, antrean panjang mencapai 2 Km dengan kepadatan utamanya terjadi di jalur menuju Madiun.

"Dari segi jumlah kendaraan yang melintas memang terjadi peningkatan tajam, tapi belum sampai mengakibatkan kemacetan panjang. Laju kendaraan tampak padat merayap dengan kecepatan maksimal 20 KM per jam," kata Kepala Pos Polisi Mengkreng Iptu Sokib saat dikonfirmasi detiksurabaya.com saat dihubungi.

Dari kondisi itu, Satlantas Polres Kediri belum mengoperasikan jalur alternatif yang ada di Kecamatan Papar. "Sejauh ini belum kami berlakukan sistem buka tutup dengan pengalihan kendaraan ke jalur alternatif. Tapi kalau pengguna jalan berkeinginan menggunakannya, kami sangat mendukungnya," jelasnya.

Untuk jalur alternatif di Kecamatan Papar disediakan Satlantas Polres Kediri mengantisipasi penumpukan kendaraan di Simpang 3 Mengkreng. Pengoperasiannya direncanakan dimulai bila kepadatan mengakibatkan kemacetan. Dengan kendaraan dari arah Kediri akan dibelokkan menuju ke Kecamatan Plemahan hingga langsug tembus ke Kabupaten Jombang.

Selain jalur alternatif di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, antisipasi terjadinya kemacetan di Simpang 3 Mengkreng juga telah disiapkan Satlantas Polres Nganjuk. Yakni mengarahkan kendaraan dari arah Madiun ke Surabaya lewat Kecamatan Baron dan Jatikalen hingga tembus ke Kabupaten Jombang.

"Meski terpantau padat merayap, sejauh ini kondisinya masih bisa dilewati. Akan tetapi bila pengguna jalan tidak ingin terjebak kemacetan yang bisa terjadi setiap saat, memanfaatkan jalur alternatif yang disediakan akan sangat membantu kami," imbuh Sokib.
(fat/fat)
Berita Terkait