"Jalur Selatan yang didominasi perbukitan, kalau hujan sangat berpotensi longsor. Jadi diharapkan para pemudik waspada," kata Kapolres Lumajang, AKBP Dedy Praseyo kepada detiksurabaya.com, Rabu (16/9/2009).
Menurut Dedy, daerah rawan longsor itu meliputi Jalur Piket Nol perbatasan Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo sejauh 5 KM. Selain itu jalur sejauh 2 KM perbatasan Malang dan Lumajang di Desa Sidomulyo.
"Selain rawan longor kondisi jalan sangat licin bila hujan mengguyur," ujar Mantan Kapolresta Kediri menambahkan.
Bila hujan turun di jalur selatan Lumajang menuju ke Malang, menurut Dedy, sebaiknya pemudik berhenti dan berteduh untuk menghindari kecelakaan di jalan raya. Sementara mengantisipasi longsor bila sewaktu-waktu terjadi, polisi telah menyiagakan alat berat berupa buldozer dan traktor.
"Semenjak hujan beberapa hari sudah terjadi 5 longsoran kecil di jalur piket nol," tuturnya.
Sedangkan pengamanan jalur mudik lebaran, Polres Lumajang hanya mendirikan satu pos di jalur piket nol. Setiap hari petugas yang disiagakan berjumlah 15 polisi dari berbagai gabungan. (fat/fat)










































