Peristiwa yang terjadi di jalan desa menghubungkan Desa Buluagung dan Pacemengan ini menimpa Muhammad Nurkhozin (24) dan Sayidatul Nadiroh (12). Keduanya tewas dalam perjalanan saat dilarikan warga ke Puskesmas Pesanggaran.
Sementara tiga penumpang Katana dan sopir yang sudah diketahui identitasnya melarikan diri. Mereka yakni Erwis (28), Panrimo (28), keduanya warga Dusun Purwosari Desa Buluagung dan Abdul Munir (26) asal Dusun Krajan Desa Pakistaji Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Ketiganya ditetapkan polisi sebagai buronan.
"Mereka kabur meninggalkan mobil dan korbannya, masih kita lakukan pencarian," jelas petugas Pos Lalu Lintas 09 Jajag, Hatta saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (16/9/2009).
Tabrak lari itu bermula saat kedua korban pulang mengantar makanan buka puasa untuk saudaranya di salah satu Pondok Pesantren Buluagung. Mereka berboncengan memakai sepeda motor Astrea Star DK 4263 GO.
Saat di lokasi, dari arah berlawanan mobil Katana P 1745 VF disopiri Erwis dengan kecepatan tinggi. Laju mobil itu menurut warga terlihat zig zag. Hingga akhirnya oleng ke kanan dan menghantam korban. Korban terseret bersama kendaraannya sejauh 35 meter dari titik tabrakan.
"Mobil sampai turun dari badan jalan, hantam pagar dan nyelonong ke sawah hingga korban terseret. Mobil terhenti setelah menabrak pohon yang membuat korban kembali terpental," kisah Hatta menceritakan keterangan saksi mata di lokasi.
Akibatnya korban mengalami luka serius. Dari hidung, mulut dan telinga Muhammad mengeluarkan darah. Sedangkan Sayidatul yang tercatat sebagai siswa MI kelas VI mengalami patah tulang pada kaki kanannya.
Sedangkan kondisi dua kendaraan yang bertabrakan rusak berat. Sepeda motor nyaris patah menjadi dua dan separuh bodi depan mobil Katana hancur. Warga nyaris membakar mobil Katana warna hitam setelah mengetahui penumpangnya kabur.
Apalagi sebelum kabur, warga menolong untuk keluar dari mobil. Dari sanalah warga mengetahui jika ketiganya dalam kondisi mabuk berat. Bahkan sebelum kejadian, warga memergoki ketiganya sedang menggelar pesta miras di salah satu sudut desa. Hal itu memperjelas jika sopir menyetir dalam kondisi mabuk.
"Warga marah besar, mereka teriak-teriak sambil bawa jerigen berisi bensin mau membakar mobil. Tapi bisa diredam setelah diberi penjelasan," tambah Hatta.
Kini polisi masih memburu ketiga pelaku yang sudah diketahui identitasnya. Sementara jenazah kakak beradik itu dibawa keluarganya dan dimakamkan. (fat/fat)











































