Beberapa pasar tumpah diantaranya adalah Pasar Babat, Pasar Sumlaran, Kecamatan Sukodadi, Pasar Blimbing, Kecamatan Brondong, Pasar Kranji, Kecamatan Paciran di pantura. Kepadatan di jalur pasar tumpah ini terjadi pagi hingga sore hari.
Salah seorang sopir angkutan umum, Marsan mengaku kepadatan pasar tumpah ini selalu terjadi setiap memasuki lebaran. "Keruwetan dan kemacetan ini selalu terjadi setiap lebaran," tuturnya kepada detiksurabaya.com, Senin (14/9/2009).
Selain pasar tumpah, ruas jalan yang perlu diwaspadai adalah penyempitan jalan di jalan raya antara Kecamatan Turi hingga Kecamatan Sukodadi. Penyempitan ini sepanjang 3 Km.
Warga Sukodadi, Dewi menuturkan, penyempitan jalur antara Kecamatan Turi hingga Kecamatan Sukodadi ini sering mengakibatkan kecelakaan, apalagi saat kepadatan arus lalu lintas saat arus mudik.
"Selain itu, beberapa marka jalan juga tidak lengkap untuk jalur yang mengalami penyempitan ini," ungkapnya.
Selain pasar dan penyempitan jalur, para pemudik juga mewaspadai beberapa ruas jalan lainnya, seperti tempat pelelangan ikan (TPI) Brondong dan Wisata Bahari Lamongan (WBL).
Kepala Dinas Perhubungan Lamongan, Agus Suyanto berharap masyarakat yang melalui jalur-jalur itu lebih waspada. Karena rawan terjadi kecelakaan.
"Kami telah menyiapkan posko bagi para pemudik untuk beristirahat di beberapa tempat diantaranya yaitu jembatan timbang yang kini kami fungsikan sebagai rest area bagi pemudik," tandasnya. (wln/wln)










































