"Sebagai antisipasi, agar dapat memberikan tindakan cepat bila terjadi longsor," kata Kepala Bidang Keselamatan Transportasi Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Untung Sudarto kepada detiksurabaya.com , Sabtu (12/9/2009.
Selain menyiapkan alat berat, bersama petugas kepolisian, Dishub Kabupaten Malang juga mendirikan posko terpadu di enam titik rawan tersebut.
Menurut Untung diprediksi pada H-3 jalur tersebut akan ramai terlintasi kendaraan bertujuan ke Malang maupun keluar Malang.
Sedangkan, lanjut Untung, enam titik dinyatakan rawan longsor, dikarenakan kondisi jalan mempunyai bahu atau tanah rawan longsor. Serta tebing berada di samping jalur juga rawan saat hujan.
"Kondisi jalan sendiri sempit, arus kendaraan akan mengalami kemacetan jika volume kendaraan meningkat," imbuh Untung.
Untung menambahkan, pihaknya juga memasang rambu-rambu di enam jalur tersebut untuk membantu para pengguna jalan.
Enam titik rawan itu berada di Jalan Raya Ngeprih, Pujon KM 19-20 (Malang-Pare), Jalan Raya Mulyorejo, Ngantang KM 28-29 (Malang-Pare), Jalan Desa Jombok, Ngantang KM 33-34 (Malang-Pare), Jalan Desa Gunung Geger dan Banduarjo, Pagak, serta Jalan Desa Ampelgading KM 57-59 (Malang-Lumajang), Jalan Desa Tirtoyudo KM 64-66 (Malang-Lumajang).
(bdh/bdh)











































