Lampu penerangan sama sekali tidak menyala, mulai dari pintu masuk atau tepatnya Desa Sekar Bungah, hingga titik Surabaya. Tak satu pun lampu penerangan menyala, bahkan rambu-rambu lalu lintas pun juga sulit terlihat pada malam hari.
Para pengendara roda dua dan empat yang melintas terganggu, selain itu pagar pembatas jembatan, tepatnya sisi kanan-kiri yang berwarna gelap, juga semakin tidak kelihatan.
Bila pada siang hari bisa ditempuh sekitar 10 menit, maka pada malam hari membutuhkan waktu lama, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kelihatan angker sekali. Lagian perlu hati-hati karena sangat gelap," kata salah seorang pengguna jambatan Suramadu, Irham Maulidi pada wartawan di lokasi, Jumat (11/09/2009) malam.
Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari pengelola jembatan Suramadu terkait padamnya lampu penerangan tersebut. Bahkan, pemberitahuan saat masuk gerbang tol juga tidak ada, sehingga banyak warga yang kaget karena saat melintas dalam gelap gulita.
Padamnya PJU jembatan Suramadu tersebut dibenarkan oleh Kepala PT Jasa Marga cabang Suramadu, Agus Purnomo. Menurut dia, PJU jembatan tidak ada pasokan listrik dari pihak PLN, sehingga menyebabkan tidak adanya aliran listrik di sepajang jembatan Suramadu.
"Masalah pasokan listrik sendiri bukan kewenangan Jasa Marga, melainkan urusan pelaksana proyek jembatan Suramadu dan pihak PLN," terang Agus Purnomo dihubungi wartawan via telepon selulernya.
(bdh/bdh)
