Titik rawan di Kabupaten Trenggalek berada di Kecamatan Panggul yang didominasi pegunungan dan perbukitan. Ruas jalan yang sempit dan rusak di sejumlah lokasi diakui seringkali menjadi penyebab kecelakaan.
"Oleh sebab itu kami menyediakan layanan jasa pengawalan, terutama bagi pengguna jalan yang tidak mengenali medan jalan di wilayah tersebut. Masyarakat kami minta tidak segan-segan memanfaatkan layanan apabila merasa membutuhkannya," kata Kasat Lantas Polres Trenggalek AKP Sartono saat ditemui detiksurabaya.com di sela-sela koordinasi jajaran di Mapolwil Kediri, Jumat (11/9/2009).
Selain menyediakan layanan pengawalan, polisi mengaku telah menjadwalkan patroli mobil, guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pengguna jalan.
Sementara untuk wilayah rawan longsor berada di kawasan perbukitan di perbatasan Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek dan Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, tepatnya di KM 17.
"Di lokasi tersebut, apalagi di musim penghujan akan sangat berbahaya. Makanya kami minta pengguna jalan senantiasa meningkatkan kewaspadaan," ujar Sartono.
Selain rawan kecelakaan dan longsor, wilayahnya juga rawan kemacatan. Diantaranya jalur lurus yang ada di Kecamatan Durenan. Ruas jalan yang sempit dianggap tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang melaluinya. "Di lokasi tersebut kemacetan akan mencapai puncaknya saat perayaan tradisi kupatan di hari raya ke 7," ungkap Sartono.
Sementara Polres Trenggalek akan mendirikan 5 pos pengamanan yang berlokasi berada di Kecamatan Durenan, Jara'an, Nglongsor, Ngekul dan Terminal Trenggalek. Selain itu 3 pos pariwisata juga akan didirikan sebagai antisipasi terjadinya kemacetan, masing-masing di Pantai Prigi, Pantai Klenang dan Goa Lowo.
(fat/fat)










































