Daging busuk itu ditemukan di kios H. Jamil warga Kelurahan Tompokersan dan sebuah kios yang menyimpan hati sapi mengeluarkan cacing pita. Akibatnya, daging yang tak layak konsumsi disita petugas.
Menurut Kasi Kesehatan Hewan Kantor Peternakan Lumajang Drh Muhammad Samsudin, razia daging menjelang lebaran ini dikhawatirkan ada daging gelongongan, daging berformalin dan peredaran daging celeng.
"Kalau daging gelonggongan kami khawatir dari luar Lumajang," kata Samsudin kepada wartawan di Pasar Baru Lumajang, Rabu (9/9/2009).
Dia mengaku ciri-ciri daging gelongong, warna merah pucat, konsistensi lembek, permukaan daging basah dan daging tidak digantung, kalau digantung banyak meneteskan air. Sedangkan daging berformalin, berwarna putih mengkilap, konsistensi sangat kenyal, permukaan kulit tegang, bau khas formalin dan biasanya tidak dihinggapi lalat.
Selain razia daging sapi, menurut Samsudin, pihaknya juga mengecek daging ayam. Karena diduga banyak penyembelihan ayam yang tidak sesuai syariat Islam.
"20 persen ditemukan penyembelihan ayam tidak benar. Sebab jalan makanan dan minuman tidak terputus," tutur Samsudin.
Selain masalah penyembelihan, pembeli harus waspada daging ayam tiren (bangkai) bercirikan warna kulit karkas terdapat bercak darah di bagian dada, kepala. Selain itu di bagian leher, sayap dan dada tercium bau anyir.
Razia daging di pasar-pasar di Wilayah Lumajang, menurut Samsudin, juga untuk memantau harga daging sapi. Karena ketersediaan daging di Lumajang masih mencukupi.
"Kalau harga daging naik, itu cumin permainan pedagang saja kok," ujar Samsudin.
(fat/fat)










































