3 Titik rawan kecelakaan tersebut adalah Simpang 3 Mataram yang menjadi titik temu kendaraan dari Jembatan Semampir, Jalan KH Achmad Dahlan dan Jalan Gatot Subroto. Sedangkan 2 titik rawan lainnya berada di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Kapten Tendean.
"Dari ketiga titik tersebut indikasi kerawanan terletak pada sempitnya ruas jalan, penerangan yang minim dan sebagian ruas jalan bergelombang," kata Kapolresta Kediri AKBP Rastra Gunawan, saat ditemui detiksurabaya.com di Mapolresta, Rabu (9/9/2009).
Kewaspadaan juga diminta ditingkatkan dengan kategori 3 titik tersebut yang masuk jalan provinsi. Tidak hanya kendaraan pribadi yang melintasinya, melainkan kendaraan angkutan barang dan umum melintas beriringan d jalur yang sama.
"Yang perlu juga diwaspadai adalah sikap pengemudi angkutan umum yang terkadang ugal-ugalan. Saya tidak tahu apakah karena kejar setoran, yang jelas masyarakat saya minta waspada," tegas Rastra.
Selain 3 titik rawan kecelakaan tersebut, sejumlah ruas jalan juga diindikasikan akan menjadi lokasi terjadinya kemacetan. Diantaranya di Jalan Diponegoro yang pada jam masuk dan pulang sekolah dipastikan akan terjadi antrean penjemput pelajar.
"Titik kamacetan juga kami indikasikan di Jalan Achmad Yani dimana ada dua lokasi objek wisata yang berhadap-hadapan. Di saat tertentu, apalagi kalau pengunjung banyak pasti terjadi kemacetan," papar Rastra.
Guna mengatasi seluruh permasalahan tersebut, Rastra mengaku telah merencanakan akan mendirikan 7 pos pengamanan. Untuk penampatannya diutamakan di sejumlah ruas jalan rawan kecelakaan dan macet serta lokasi keramaian.
"Pos pengamanan akan mulai didirikan H-7 dan akan dioperasikan sampai H+7. Personel yang menempatinya gabungan dari kepolisian, dinas perhubungan, petugas medis dan pramuka," pungkasnya.
(bdh/bdh)











































