Pembagian Sembako di Klenteng Makan Korban

Pembagian Sembako di Klenteng Makan Korban

- detikNews
Senin, 07 Sep 2009 16:54 WIB
Tulungagung - Kegiatan pembagian sembako yang digelar penganut Kong Hu Cu di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung berakhir petaka. Ribuan warga miskin berdesak-desakan hingga mengakibatkan 1 bocah pingsan dan harus mendapatkan perawatan intensif petugas medis.

Jatuhnya korban pingsan dalam pembagian sembako tersebut, bermula dari membludaknya jumlah warga yang mengantri. Meski pembagian dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB, warga sudah mulai datang dan berdesak-desakan di klenteng yang berlokasi di Jl WR Supratman tersebut sejak pukul 10.00 WIB.

Untuk 1 bocah yang diketahui pingsan bernama Naufal (14), warga Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Akibat terdapatnya korban pingsan, kegiatan ini sempat dihentikan sesaat oleh aparat kepolisian, meski akhirnya dilanjutkan kembali.

"Nggak apa-apa, dia mungkin hanya kelelahan dan sedikit kekurangan oksigen. Sekarang sudah baikan dan sedang ditangani petugas medis yang sudah kami siapkan," kata Wibitono, salah satu panitia dalam pembagian sembako tersebut, Senin (7/9/2009).

Terkait dilakukannya pembagian sembako, dijelaskan oleh Wibitono, merupakan tradisi tahunan yang digelar setiap bulan ke 7 dalam kalender china. Selain sebagai bentuk sesembahan kepada leluhur, kegiatan ini juga diakui sebagai ungkapan rasa sosial dan saling berbagi kepada umat manusia.

"Mungkin tidak hanya pada klenteng kami, tapi seluruh indonesia, karena kegiatan ini memang tahunan dan sudah menjadi tradisi. Untuk tahun ini, kami menyediakan 5000 paket," jelas Wibitono.

Sementara sejumlah warga yang mendapatkan jatah sembako mengaku senang dengan apa yang didapatkannya. Terlebih, melejitnya harga sejumlah kebutuhan pokok jelang datangnya Hari Raya Idul Fitri, pembagian sembako ini menjadi hiburan yang sangat menyenangkan.

"Kalau harapannya ya setiap tahun bisa seperti ini mas. kalau begini kan bisa mengurangi kebutuhan belanja," ungkap Sutini (47), salah satu warga yang menerima sembako.

Hal senada diungkapkan Munawaroh (45), warga Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Dia rela datang ke lokasi pembagian yang berjarak hampir 10 kilometer dari rumahnya, hanya dengan harapan mendapatkan sembako sebagai tambahan kebutuhan dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri.

(bdh/bdh)
Berita Terkait