Tuntut THR, Buruh 2 Perusahaan Demo

Tuntut THR, Buruh 2 Perusahaan Demo

- detikNews
Senin, 07 Sep 2009 14:15 WIB
Malang - Dalam sehari, dua gelombang aksi unjuk rasa buruh terjadi di Kabupaten Malang. Ratusan buruh dari dua perusahaan ini menuntut Tunjangan Hari raya (THR) dan jaminan kesehatan bagi mereka.

Unjuk rasa buruh ini dilakukan di dua tempat yang berbeda. Buruh PT Asindo Karya Jaya menggelar aksi di halaman perusahaan yang ada di Bululawang, Kabupaten Malang. Sedangkan ratusan ratusan buruh Pabrik Rokok (PR) Indo Parjotomas memilik aksi di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Senin (7/9/2009).

Dalam aksinya, sekitar 150 buruh PT Asindo Karya Jaya meminta perusahaan secepatnya memberikan tunjangan hari raya, dan adanya jaminan kesehatan bagi para karyawan, serta menuntut tidak adanya pemutusan hubungan kerja sepihak.

"Perusahaan harus lebih memperhatikan kami, bukan mengeksplotasi diri kita saja," ujar Bisri, koordinator aksi ratusan buruh perusahaan pembuatan asbes itu kepada wartawan di lokasi.

Dalam aksi ini ratusan buruh ini meminta pihak perusahaan segera merealisasi tuntutan mereka. Jika tidak mereka akan mengancam mogok kerja. "Harus ada keputusan hari ini," lanjutnya.

Sementara itu, aksi ratusan buruh PT Indo Parjotomas juga meminta THR segera dicairkan. Apalagi telah enam bulan ini sekitar 130 buruh mendapat perlakuan pemutusan hubungan kerja sepihak.

"Kami mewakili para buruh dalam mendapatkan hak mereka, yaitu THR dan penghapusan hubungan kerja sepihak," ujar Soemardhan, SH kuasa hukum buruh PT Indo Parjotomas.

Secara terpisah Kepala Bidang Pengawasan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang Ahmad Rukmianto menuturkan, selama ini pihaknya tidak mengetahui jika PT Indo Parjotomas telah mengalami pailit hasil dari putusan pengadilan.

Namun, pihaknya akan melakukan cek dan ricek akan kebenaran kabar tersebut. "Kami baru tahu kabar itu dari kuasa hukum para buruh. Selama ini kami sering terlibat pertemuan dengan pihak managemen PT Asindo. Tapi mengenai perkembangan perusahaan pailit. Kami tidak tahu," ungkapnya.

Ahmad Rukmianto berjanji akan menuntaskan tuntutan para buruh dengan memanggil pihak perusahaan. Dua aksi unjuk rasa ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

(bdh/bdh)
Berita Terkait