Ratusan nasabah berasal dari beberapa desa dan kecamatan di Banyuwangi (selatan), mendatangi kantor Desa Karangdoro. Mereka meminta Kepala Desa setempat untuk membantu menyelesaikan permasalahan tabungan yang diduga dibawa kabur oleh warganya, Agus Suryanto alias Congsin. Congsin sendiri kabur 2 hari sebelum bulan Ramadan.
Uang yang dibawa kabur diperkirakan mencapai Rp 1 M. Uang itu hasil Congsin menghimpun dari para pedagang, petani gula merah serta pedagang pasar dengan besaran bervariasi. Antara Rp 2 juta hingga Rp 25 juta per orangnya. Warga mengaku tergiur dengan bunga yang diberikan bank tak bernama tersebut. Yakni sebesar 10 persen tiap Rp 1 jutanya.
"Uang tabungan Idul Fitri saya Rp 8,5 juta dan sembako sebesar Rp 2 juta," ungkap Sutikno, salah satu nasabah asal Dusun Blok Agung Desa Karangdoro saat ditemui detiksurabaya.com di lokasi, Sabtu (5/9/2009).
Tabungan yang digelapkan tersebut terdiri dari dua produk perbankan. Tabungan Idul Fitri dan tabungan sembako Idul Fitri. Untuk menghimpun uang milyaran, Congsin meminta bantuan tiga orang. Mereka yakni Agustin, Sri serta Eko Hadi. Eko Hadi tak lain keponakan pelaku.
Ketiga orang tersebut turut menjadi korban. Pasalnya, mereka mengaku hanya menarik dan langsung menyetorkan uang ke Congsin. Sebab itu pula, sebagian nasabah yang uangnya disetorkan ketiga orang tersebut meminta pertanggungjawaban ke mereka.
"Saya membantu Congsin setahun terakhir ini, itupun dia yang minta. Tapi sekarang malah kena getahnya," sesal Eko yang duduk menjalani sidang di Balai Desa Karangdoro yang dipimpin Kepala Desa Katiman serta disaksikan Kapolsek Tegalsari AKP Nyoman.
Karena para nasabah terus mendesak, akhirnya Eko, Agustin serta Sri diwajibkan mengembalikan uang para nasabah yang mereka himpun. Pengembalian diberi tempo H-5 Idul Fitri tahun ini. Jika hingga jatuh tempo belum diberikan, maka pihak kepolisian mempersilahkan warga untuk melapor ke polsek.
"Sementara kita tunggu niat baik tiga orang itu. Jika ingkar maka akan kita tindak namun menunggu laporan secara resmi dari anda sekalian. Keberadaan Congsin masih kita lacak," jelas Kapolsek Tegalsari, AKP Nyoman di hadapan warga.
Peristiwa tersebut mengingatkan kasus serupa yang terjadi pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Asri di Desa Sumbersari Kecamatan Srono, Banyuwangi sekitar 2 pekan lalu. Ratusan nasabah KSP Asri terpaksa harus gigit jari setelah uang tabungan mereka dibawa kabur oleh Hermawanto, pimpinan KSP Asri. (fat/fat)











































