"Sebenarnya kondisinya sehat. Namun karena tidak memiliki anus, maka tidak ada pembuangan kotoran, sehingga kondisinya mulai menurun," kata dr Luki Andrian, anggota tim dokter RSU dr Soetomo yang datang ke RS Swadana, Jumat (4/9/2009).
Karena kondisinya mulai menurun, Rahman dan Rahim demikian panggilannya lalu dirujuk ke RSU dr Soetomo dengan mobil ambulance RSU dr Soetomo berwarna putih-merah.
"Dirujuk ke Surabaya, agar cepat dapat perawatan," kata dr Muhaini Soewito dari RS Swadana.
Kepergian Rahman dan Rahim hanya ditemani Anis Mulyo (41), ayah dari kedua bayi kembar siam itu. Sedangkan ibu bayi kembar siam, Supini (32), tidak ikut ke Surabaya. Bahkan Supini tidak pernah tahu, jika bayi yang dilahirkan dalam kondisi kembar siam.
"Isteri saya sudah berada di rumah, setelah melahirkan di bidan desa tadi. Istri saya tidak tahu, jika anaknya kembar siam," kata Mulyo sebelum masuk ke mobil ambulance, untuk mengantar kedua anaknya itu ke RSU dr Soetomo.
Rahman dan Rahim merupakan bayi kembar siam dempet pantat atau pygopagus. Keduanya dilahirkan dengan sekitar pukul 07.30 WIB, Jumat (4/9/2009). Putra kelima pasangan Anis Mulyo dan Supini itu, lahir dengan berat badan 5,1 kg dan panjang 39 cm.
(gik/gik)











































