Kembar Siam Dempet Pantat Diberi Nama Rahman dan Rahim

Kembar Siam Dempet Pantat Diberi Nama Rahman dan Rahim

- detikNews
Jumat, 04 Sep 2009 18:50 WIB
Kembar Siam Dempet Pantat Diberi Nama Rahman dan Rahim
Jombang - Bayi kembar siam dempet pantat atau pygopagus yang dirawat di RSU Swadana Jombang, diberi nama Abdurrahman dan Abdurrahim. Kedua orangtua bayi kembar siam itu berharap ada keajaiban dari Tuhan, sehingga bayi kembar siam itu bisa dipisahkan dengan selamat.

"Kami beri nama Rahman dan Rahim, agar mendapat rahmat dari Allah di bulan puasa ini," kata ayah dari kembar siam, Anis Mulyo (41) kepada detiksurabaya.com di RSU Swadana, Jalan Wahid Hasyim, Jombang, Jumat (4/9/2009) petang.

Menurut Mulyo, saat mengetahui anaknya kembar siam, dirinya sempat terpukul. Meski sudah menduga anaknya terlahir kembar, tapi tidak pernah terbayang akan siam atau dempet. "Tapi semuanya saya pasrahkan kepada Allah," kata Mulyo.

Mulyo juga menyetujui kedua anaknya itu dibawa ke RSU dr Soetomo Surabaya untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Mulyo mengaku biaya perawatan di RSU dr Soetomo akan ditanggung pemerintah. "Tadi sudah diuruskan oleh rumah sakit sini," kata Mulyo.

Kedua bayi kembar siam, Rahman dan Rahim, rencananya akan dibawa ke RSU dr Soetomo Surabaya, malam ini. Namun hingga pukul 18.30 WIB, tim dari RSU dr Soetomo yang datang ke Jombang masih rapat dan belum membawa Rahman dan Rahim ke Surabaya.

Rencananya, Rahman dan Rahim akan segera dibawa ke Surabaya malam mini. Tim dokter dari RSU dr Soetomo juga sudah menyiapkan ruang khusus bagi Rahman dan Rahim di ruang Neonatus Intensive Care Unit (NICU) lantai II RSU dr Soetomo.

Sebelumnya, bayi kembar siam dempet pantat atau pygopagus berjenis kelamin laki-laki lahir di RSUD Jombang sekitar pukul 07.30 WIB, Jumat (4/9/2009). Putra kelima pasangan Anis Mulyo (41) dan Supini (32) ini lahir dengan berat badan 5,1 kg dan panjang 39 cm. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini