Harga Terjun Bebas, Petani 'Daun Emas' Menjerit

Harga Terjun Bebas, Petani 'Daun Emas' Menjerit

- detikNews
Kamis, 03 Sep 2009 04:33 WIB
Harga Terjun Bebas, Petani Daun Emas Menjerit
Sumenep - Petani tembakau Madura yang sering disebut petani daun emas, tahun ini merugi seiring dengan anjloknya harga tembakau. Daun tembakau saat ini hanya dipatok seharga Rp 12 ribu hingga Rp 22 ribu per Kg untuk kualitas tembakau gunung.

Padahal harga tembakau gunung tahun lalu sempat tembus hingga Rp 36 ribu per Kg dan harga terendah untuk tembakau kualitas tegal gunung Rp 16 ribu per Kg.

Tak ayal, jika tahun ini para petani tembakau banyak yang rugi puluhan hingga ratusan juta rupiah. Bahkan, para petani yang lahannya menyewa justru modalnya tidak kembali.

Salah seorang petani tembakau asal Desa Tengedan, Kecamatan Batuputih, Sumenep, H Busairi mengaku tidak habis pikir dengan rendahnya harga tembakau tahun ini, padahal cuaca baik.

"Biasanya, kalau ada hujan baru harga tembakau anjlok, tapi tahun ini cuaca baik malah harga tembakau terjun bebas," terang Busairi pada detiksurabaya.com di rumahnya, Jalan Raya Tengedan Batuputih, Sumenep, Kamis (3/9/2009).

Dia mengaku rugi hingga mencapai Rp 7 juta. Padahal, bila harga tembakau bisa sama dengan tahun lalu yang tembus hingga Rp 36 ribu per kilo sudah jelas akan meraup keuntungan hingga Rp 12 juta.

Disisi lain, para petani juga merasa ada permainan harga yang dilakukan para pedagang tembakau yang datang langsung kepetani. Sebab, harga yang dipatok mereka hanya Rp 22 ribu perkilo padahal di pabrikan mematok lebih tinggi.

"Ketidakadilan dalam mematok harga yang dilakukan pedagang yang sudah jelas kepanjangan pabrikan itu perlu penanganan serius dari pemerintah," ungkapnya.

Sementara, kuasa pembelian PT Gudang Garam Kediri di Patean Sumenep, Freddy Kustianto mengatakan, kualitas tembakau yang cocok dengan selera Gudang Garam sangat sedikit, kalau pun ada jumlahnya sangat terbatas.

"Kualitas tembakau tertinggi hanya pada kisaran Rp 26 ribu. Itupun barangnya sulit ditemukan," terang Freddy pada wartawan di tempat kerjanya, Jalan Raya Patean Sumenep.

Harga terendah yang dipatok PT Gudang Garam Kediri yakni Rp 16 ribu per Kg. Sedangkan tembakau kualitas tegal, PT Gudang Garam tidak melakukan pembelian, karena aromanya tidak cocok dengan selera Gudang Garam.

"Saya juga tidak tahu kenapa tembakau yang masuk ke Gudang Garam kualitasnya sangat rendah," paparnya.

Dia membantah jika melakukan pembelian tidak fair, sebab patokan harga yang dilakukan Gudang Garam disesuaikan dengan kualitas tembakau, khususnya tembakau gunung dan tegal gunung. "Kalau tembakau kualitas sawah Gudang Garam tidak membeli," pungkasnya.

(bdh/bdh)
Berita Terkait