Mereka berusaha menyelamatkan diri dengan membawa barang-barang yang mereka miliki. "Subhanallah, subhanallah," teriak Azizah, warga setempat dengan membawa serta kedua anaknya, Rabu (2/9/2009).
Selain di Ploso, kepanikan juga terlihat di ruas Jalan Veteran dan Diponegoro Kecamatan Kota. Banyak warga yang berhamburan ke jalanan begitu merasakan adanya getaran.
Setelah getaran pertama reda, warga sempat kembali masuk ke rumah. Namun hanya selang beberapa menit mereka dikejutkan lagi getaran kedua yang membuat warga kembali lari keluar rumah.
"Pas gempa terjadi saya sedang siaran. Waktu saya keluar tower pemancar nampak bergoyang-goyang," kata Eko Setiawan, seorang penyiar salah satu stasiun radio di Pacitan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Pacitan Wasi Prayitno mengatakan, sejauh ini belum ada laporan adanya kerusakan akibat fenomena alam tersebut.
Sementara perangkat TEWS (Tsunami Early Warning System) yang terpasang di Teluk Pacitan juga belum menunjukkan gejala ke arah tsunami. "Kami baru saja menyisir daerah sekitar pantai. Insya Allah sejauh ini aman," ujar dia.
(gik/gik)











































