Jalan sepanjang 2 KM naik turun dengan kondisi jalan berlubang di Desa Tegal Bangsri kerap terjadi kecelakaan. Sedangkan jalan di kawasan Kecamatan Jatiroto memiliki panjang 5 KM memiliki jalan lurus dengan bergelombang.
"Di jalur Jatiroto ini, banyak pengendara motor yang melaju dengan kecepatan tinggi. Sehingga kecelakaan sering terjadi. Baik tabrakan kendaraan, terguling atau masuk sungai," kata Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Yuliati kepada detiksurabaya.com saat ditemui di kantornya Jalan Gatot Subroto, Selasa (2/9/2009).
Menurut Yuliati, jalan provinsi kawasan Kecamatan Jatiroto ada aliran Sungai Bondoyudo dan kerap terjadi kecelakaan. Bahkan kecelakaan di jalur menuju ke Kabupaten Jember-Banyuwangi itu sudah memakan puluhan korban jiwa. "Di jalur ini banyak tabrakan truk dengan truk gandeng," ungkap istri Kapolsek Lekok Pasuruan.
Untuk menekan angka kecelakaan di dua jalur maut, polisi membangun 2 pos pantau yang sering memakan korban jiwa itu. "Kami juga memasang rambu-rambu dari besi yang dipasangi skotlet warna putih dan kuning untuk berhati-hati melintas di kawasan black spot itu," tambahnya.
Sementara jumlah kecelakaan yang terjadi di seluruh Lumajang hingga September sebanyak 308 kecelakaan. Korban meninggal dunia sebanyak 62 orang, luka berat 20 orang dan luka ringan mencapai 258 orang.
"Pokoknya kami akan tekan angka kecelakaan di arus mudik lebaran di jalur
Lumajang-Jember," pungkasnya. (fat/fat)










































