Sebelum meninggal, Wulandari diketahui mengalami luka di bagian kepala dan harus mendapat 11 jahitan. Luka bocor di kepala Wulan itu akhirnya dirawat seorang bidan desa bernama Erni Setyawati. Dan bidan itu telah dimintai keterangan polisi.
Kematian Wulandari, Kamis (27/8/2009) lalu juga mendapat perhatian paramedis RSUD Pamekasan. Lantaran dari mulutnya keluar cairan seperti orang yang habis keracunan.
Pembongkaran makam Wulandari ini merupakan tindak lanjut laporan keluarga Endang, yang tak lain adalah ibu kandung korban ke Polres Pamekasan. Pihak keluarga melaporkan kematian anak bungsu Endang karena diduga meninggal tak wajar. Indikasinya, ada luka di sekujur tubuh Wulan yang diduga akibat dianiaya.
Wulan adalah anak kedua dari pasangan Juhar dan Endang. Namun sejak Juhar bercerai dengan Endang, akhirnya Wulan dibesarkan ayahnya bersama ibu tiri, Yuyun (26). Mereka menetap di Desa Teja Barat. Sedangkan Endang merantau ke Kalimantan.
"Beberapa warga yang ikut memandikan Wulan, melihat tubuh anak kelas empat SD itu penuh dengan luka. Bibirnya membiru seperti habis keracunan makanan," ujar Mat Soleh, salah seorang warga Desa Teja Barat.
Sementara Mat Soleh bersama para tetangga korban tidak mengira Wulan meninggal cepat. Sebab, Wulan dikenal sebagai anak periang. Malahan sehari sebelum meninggal, Wulan tampak sedang bermain bersama teman sebayanya.
Kepala Desa Teja Barat, Misnadin membenarkan jika kematian Wulan menyisakan cerita mengenaskan. Cerita terkait kekejaman ibu tirinya yang bernama Yuyun. "Tapi saya tidak berani berspekulasi sebelum polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan. Mari tunggu hasil otopsi mayat," ajak Misnadin yang baru dilantik jadi kades.
Kapolsek Kota Pamekasan, AKP Mustagfir tampak ikut mengamankan jalannya pembongkaran makam Wulandari. Mustagfir menyarankan wartawan agar menunggu hasil otopsi. "Saya tak berani berspekulasi tentang kematian korban," katanya.
Namun yang pasti, polisi akan bergerak cepat jika kemudian diketahui kematian Wulan dinyatakan tidak wajar. Bisa saja polisi akan memanggil sejumlah saksi untuk menetapkan tersangka atas kematian Wulan yang tak wajar ini.
(fat/fat)










































