Aneh...Perut Warga Situbondo Berisi Kawat dan Logam

Aneh...Perut Warga Situbondo Berisi Kawat dan Logam

- detikNews
Jumat, 28 Agu 2009 15:36 WIB
Aneh...Perut Warga Situbondo Berisi Kawat dan Logam
Situbondo - Sudah tiga bulan terakhir, Cicin Listia Vitasari (30), warga Desa Demung, Kecamatan Basuki Situbondo harus tergolek lemah di ruang perawatan Dahlia RSUD Situbondo.

Wanita itu dirawat di rumah sakit sejak 25 Agustus lalu. Hingga hari ini Cicin masih belum menunjukkan adanya perkembangan kesehatan, bahkan kondisinya sudah sulit diajak berkomunikasi.

Ketika detiksurabaya.com berkunjung ke rumah sakit, Cicin juga tampak lesu, selang infus dan transfusi darah menancap di lengan kirinya. Bahkan kedua lubang hidungnya harus diberi selang oksigen.

Informasi yang dihimpun dari tim medis yang merawat bahwa perut Cicin ditemukan sejumlah benda sejenis logam. Parahnya, logam itu berupa benda keras semacam silet, tusuk konde, biji streples, kawat dan jepit rambut.

Semua barang logam yang bersarang di tubuh Cicin terungkap, setelah tim medis melakukan foto rontgen perutnya. "Ini pertama kali kami menangani pasien yang perutnya mengandung logam," terang spesialis penyakit dalam yang menangani Cicin, dr Setijohadi, Jumat (28/8/2009).

Saat datang 18 Agustus 2009 lalu, tambah Setijohadi, Cicin dengan ditemani orang tuanya datang ke rumah sakit dan mengeluh perutnya sakit serta susah bernafas.

Setelah dilakukan rontgen, ditemukan beberaap benda logam di perut. Lalu 27 Agustus lalu, dokter kembali melakukan rontgen dan hasilnya sangat mengejutkan, ternyata silet dan jepit rambut telah hilang. Namun logam sejenis kawat dan biji streples masih tampak terlihat.

Lalu jenis penyakit apakah yang diderita Cicin? dokter Setijohadi mengaku tidak bisa menjawab dari ilmu medis. Sebab pihaknya telah bertanya kepada keluarga, apakah sebelumnya Cicin sengaja menelan logam-logam tersebut. Namun pihak keluarga hanya menggeleng.

"Biasanya kalau di perut ada logamnya, pasti sakitnya minta ampun, tapi ini terlihat tidak lerlalu sakit, justru pasien hanya mengalami sesak nafas," terangnya.

Atas penyakit tersebut, tim dokter menyarankan agar pasien dirujuk ke RSU dr Soetomo di Surabaya. Sebab tim medis di RSUD Situbondo tidak berani melakukan operasi pembedahan, karena kondisi kesehatan korban yang lemah.

Namun ayah pasien, HM Suwalis mengaku tidak mampu membawa anaknya ke Surabaya, alasannya kerana terkendala biaya. "Kami harus meminta bantuan kepada siapa, agar anak saya ini bias segera dilakukan operasi, sebab anaknya terlihat semakin parah saja," terangnya saat ditemui detiksurabaya.com di rumah sakit.

(fat/fat)
Berita Terkait