72 Santri Ponpes Darus Salam Mendadak Panas Tinggi

72 Santri Ponpes Darus Salam Mendadak Panas Tinggi

- detikNews
Jumat, 28 Agu 2009 11:33 WIB
72 Santri Ponpes Darus Salam Mendadak Panas Tinggi
Kediri - Sebanyak 72 santri dan santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darus Salam di Kelurahan Centong, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, mendadak demam disertai flu.

Mereka mengalami panas tinggi sejak Kamis (27/8/2009) sore. Hingga Jumat (28/8/2009) total terdapat 72 santri dan menjalani rawat jalan di Puskesmas Kelurahan Ngletih, Kecamatan Pesantren.

Dari jumlah santri, tim dokter telah mengambil 5 sampel ingus para santri untuk diperiksa. Hal ini untuk mengetahi para santri terinfeksi A-H1N1 atau flu babi.

"Kamarin kalau tidak salah jam 3 sore mulainya. Awalnya ada beberapa santri yang mengeluh panas dan flu, dan setelah itu beberapa santri menyusul mengeluh sama," kata salah satu pengurus Ponpes Modern Darus Salam, Sujoko (41) saat ditemui wartawan di Puskesmas Ngletih.

Dari hasil diagnosa sementara, ke 72 santri hanya mengalami flu biasa. Indikasinya, dari jumlah tersebut sebagian diantaranya kembali pulih setelah diberikan obat penurun panas. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan keseluruhan santri terinveksi virus A H1N1.

"Kalau soal benar tidaknya terinveksi masih menunggu hasil pengujian sampel ingus. Kemarin sudah diambil pada 5 santri dan katanya masih diperiksakan ke Surabaya," ungkap Sujoko.

Dari pantauan detiksurabaya.com di Puskesmas Ngletih menunjukkan, jumlah santri yang dirawat diduga terus bertambah. Hingga pukul 10.45 WIB silih berganti terus berdatangan para santri yang diantar pengurus pondok ke puskesmas. Sebagian diantara santri tersebut mengaku mengalami panas badan tinggi, flu berat dengan disertai gangguan di tenggorokan.

Secara terpisah salah satu staf paramedis di Puskesmas Ngletih Bambang Wahyudi mengaku belum bisa memastikan, apakah ke 72 santri terinfeksi flu babi.

"Kalau di bagian saya tugasnya hanya tensi dan sampai saat ini rata-rata memang normal. Kalau soal hasil pemeriksaan lengkap yang tahu pimpinan dan saat ini sedang dipanggil dinas untuk koordinasi," papar Bambang.
(fat/fat)
Berita Terkait