Razia Makanan dan Minuman, Petugas Temukan Makanan Berjamur

Razia Makanan dan Minuman, Petugas Temukan Makanan Berjamur

- detikNews
Kamis, 27 Agu 2009 11:58 WIB
Razia Makanan dan Minuman, Petugas Temukan Makanan Berjamur
Kediri - Memasuki hari ke-6 puasa di bulan ramadan, razia makanan dan minuman (mamin) mulai dilakukan oleh petugas gabungan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam), dan Polresta Kediri. Hasilnya, puluhan makanan yang telah berjamur dan melanggar labeling berhasil ditemukan.

Razia dilakukan petugas gabungan dengan menyisir 2 toko di Jalan Brawijaya, yang secara khusus menjual makanan jadi, yaitu Toko Laksana Jaya dan Ijo. Hasilnya, lebih dari 20 kemasan jajanan jenis bika ambon dan kue bolu Merek Wijaya ditemukan telah mengandung jamur. Meski demikian, petugas tidak mengamankan 2 jenis produk tersebut.

"Kebetulan ini hanya keterlambatan pengambilan saja oleh produsennya, dan ini dibuktikan dengan telah disisihkannya produk ini," kata Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Disperindagtam Kota Kediri, Anton Edi Suwarto, saat dikonfirmasi wartawan di lokasi razia, Kamis (27/8/2009).

Dalam razia lanjutan petugas gabungan mendatangi sentra perdagangan makanan ringan di Jalan Patimura, yaitu dengan menyisir 2 toko, masing-masing Sendang Agung dan Jago Niaga. Hasilnya, lebih dari 30 kemasan jajanan yang dijual untuk persiapan lebaran ditemukan dengan tidak dilangkapi ketentuan labeling, seperti tidak adanya keterangan produsen, tanggal kadaluwarsa serta tidak ada keterangan komposisi.

"Ini di sini kami temukan Brem Mbah Lurah produksi Madiun yang keterangan kadalwuarsanya ditulis tangan. Ini jelas melanggar aturan yang ada, karena semestinya minimal ketikan," papar Anton.

Meski demikian, sama dengan jajanan matang, petugas juga tidak mengamankan puluhan makanan ringan tersebut dan hanya mengambil sampelnya saja. "Ini operasi pertama dan sifatnya pembinaan. Tadi pedagangnya kami minta mengamankan sendiri dan mereka tidak keberatan melakukannya," dalih Anton.

Untuk tujuan digelarnya razia tersebut, diakui sebagai langkah antisipasi beredarnya makanan kadaluwarsa jelang Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, razia juga dilaksanakan sebagai wujud memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat dalam menimmati makanan dan jajanan untuk lebaran mendatang.
(bdh/bdh)
Berita Terkait