Jenazah pria berusia 51 tahun warga Jalan Terusan Titan V, Kota Malang ini pertama kali ditemukan oleh istrinya pada pukul 11.45 WIB, Rabu (26/8/2009). Di dekat jenazah Guvicky polisi menemukan sisa minuman dalam gelas bercampur potas.
"Kami pastikan korban tewas bunuh diri dengan meminum potas sesuai dengan hasil olah TKP yang kami lakukan," kata Kapolsekta Blimbing AKP Abdul Hadi pada detiksurabaya.com di lokasi.
Selain air bercampur potas, di samping jenazah Guvicky polisi menemukan surat wasiat yang ditujukan pada anak dan istrinya. Surat itu berisi, 'Selamat tinggal anakku dan istriku, maafkan papamu karena jalan ini kutempuh karena papa sudah tak tahan lagi penderitaan sakitku ini. Tiap jam, hari, bulan, tahun mencengkeram kepala, leher, telinga, dan punggungku.'
Sementara itu Vivi (45) istri Guvicky mengatakan sejak putus di PHK Desember 2008 lalu, suaminya terlihat murung seperti mempunyai beban berat. Ditambah lagi suaminya menderita penyakit menahun yang membuatnya berhalusinasi.
Dia terakhir kali bertemu dengan suaminya pada pukul 19.30 WIB, Selasa (24/8/2009) dan pada pagi hari ketika dia mengantar anaknya yang bernama Fania (8) ke sekolah.
"Anak saya yang tahu pertama, kemudian memanggil saya. Setelah saya dekati,ternyata benar ayahnya telah meninggal dunia," ucap Vivi sambil meneteskan air mata.
(wln/wln)










































