"Kami ada dugaan mengarah ke sana, terkaitnya jaringan pelaku teroris," kata Kapolresta Malang AKBP Daniel Tahi Monang Silitonga ditemui seusai pelantikan anggota DPRD Kota Malang di Gedung DPRD Kota Malang Jalan Tugu, Malang, Senin (24/8/2009).
Dugaan itu, kata Daniel, melihat adanya paham Fa'i yakni paham yang menghalalkan menjarah atau merampok harta masyarakat yang dianggap kafir. Serta adanya analisa aliran dana para pelaku teror telah tertutup.
"Dengan doktrin itu, dugaan kami mengarah ke sana. Namun kami masih menyelidiki untuk memastikannya," imbuhnya.
Meski begitu, Polresta Malang juga menyelidiki adanya keterlibatan para pelaku lama yang kini masuk daftar pencarian orang.
"Kami melihat adanya kesamaan modus dengan aksi perampokan terdahulu seperti kasus perampokan Bank Niaga terdahulu. Jam dan modus sama, kemungkinan pelaku juga sama," ungkap kapolresta.
Guna pengembangan penyelidikan Polresta Malang juga membentuk tim yang dikhususkan untuk menyelidiki kasus perampokan menelan kerugian sekitar Rp 750 juta itu.
"Tim sudah kami bentuk, terdiri dari serse dan intel," tutur Daniel.
Sebelumnya, aksi perampokan bersenpi mengacak-acak Toko Emas Karya Jaya milik H.Sulechan (50) Jalan Borobudur No 32, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu (23/8/2009) sore.
(fat/fat)











































