Berkah Ramadan, Pengrajin Tasbih Kediri Kebanjiran Order

Berkah Ramadan, Pengrajin Tasbih Kediri Kebanjiran Order

- detikNews
Senin, 24 Agu 2009 12:15 WIB
Berkah Ramadan, Pengrajin Tasbih Kediri Kebanjiran Order
Kediri - Bulan ramadan menjadi berkah bagi sejumlah pengrajin tasbih di Desa Jurang Wuluh, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Order pesanan pun melonjak hingga 100%.

Salah satu pemilik usaha kerajinan tasbih, Sriyatun Marzuki (47) mengaku lonjakan order terjadi sejak 2 minggu dan terus berlanjut hingga lebaran haji.

"Kalau kondisi normal pesanan dalam sebulan maksimal 100 kodi, tapi kalau sekarang minimal 200 kodi bahkan bisa 2 kali lipatnya lagi. Ini nanti biasanya sampai Idul Adha akan terus meningkat," kata Sriyatun saat ditemui detiksurabaya.com di tempat usahanya, Senin (24/8/2009).

Meningkatnya order pesanan menjadikan Sriyatun menambah tenaga kerjanya. Dari kondisi normal cukup mempekerjakan 2 orang, saat ini minimal harus disediakan 4 pekerja. "Tidak ada bagian-bagian khusus. Biasanya gantian, siapa yang menggergaji dan siapa yang mengebor atau merangkai mereka sendiri yang mengatur," ujarnya.

Meningkatnya order tentu saja pendapatan Sriyatun ikut melonjak. Bila dalam sebulan keuntungan tak lebih dari Rp 3 juta, kini keuntungan bisa mencapai Rp 7 juta.

pantauan detiksurabaya.com menunjukkan, di sentra pengrajin Desa Jurang Wuluh masih menggunakan peralatan tradisional, seperti gergaji tangan, bor, serut dan tatah. Hal ini diakui oleh sejumlah pengrajin sebagai keunggulan, karena akan menghasilkan tasbih yang lebih halus dengan ukuran butiran yang tetap sama dalam satu rangkaian.

Untuk pangsa pasar, tasbih Kecamatan Mojo tak hanya di pasaran lokal Jatim melainkan di sejumlah kota di Indonesia. Seperti Medan, Padang, Lampung, Jakarta dan Makasar. Bahkan bila mendekati lebaran haji, order tak jarang datang dari sejumlah negara islam. Seperti Arab Saudi, Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Sriyatun biasa menjual tasbihnya dengan harga mulai Rp 1.500 hingga Rp 30 ribu.

"Kalau sekarang yang banyak memang masih lokalan dan kalau pun ke luar negeri paling ke Malaysia dan Singapura. Tapi nanti mendekati Idul Adha, pesanan akan datang juga dari Arab Saudi," papar Sriyatun.

Meski begitu, para pengrajin mengaku mendapatkan sejumlah kendala. Diantaranya susah mendapatkan bahan baku pembuatan tasbih, berupa kayu cendana, garu, setigi, kemuning dan jati. "Untuk kayu sekarang memang semakin sulit didapatkan. Solusinya ya terpaksa beli dari luar kota, meski memang harganya lebih mahal," ungkap Sriyatun.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait