Nelayan yang tewas itu yakni Abdullah (30). Nyawanya tak tertolong meski sempat dirawat sejenak di RS Muhammadiyah Tuban. Sementara Abdul Wahan (28), adik kandung Abdullah masih dirawat karena luka bakar di bagian tangan kirinya. Dua nelayan lain yakni Trisno dan Karlin, hanya menderita luka bakar di bagian telapak tangannyadan diperbolehkan pulang.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, kejadian bermula saat keempat nelayan membantu Agus, salah satu kawannya memasang antena TV di rumahnya. Sialnya saat antena dari tiang bambu dinaikkan, tiba-tiba tersangkut kawat beraliran listrik di pinggir jalan.
Tak ayal tangan mereka yang memegang kawat teraliri listrik. Mereka tersengat hingga menggelepar-gelepar di tanah. Justru paling apes adalah Abdullah, mestinya dia sudah lepas dari sengatan. Namun saat akan lari kaki kanannya tersangkut kawat untuk penyangga antena.
Abdullah yang berguling malah terbelit kawat pada kedua kakinya. Dia pun langsung pingsan di tempat kejadian. Sementara dua kawannya, Abdul Wahan dan Trisno dengan luka di bagian telapak tangan. Hanya Karlin yang tidak pingsan.
"Mereka langsung kita larikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah. Tapi nyawa Kak Abdullah tak tertolong," kata Karlin saat ditemui wartawan di rumah duka di Kelurahan Kingking, Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban.
Luka yang diderita Abdullah, hanya di bagian kedua kaki. Namun, sengat listrik menjadikan kedua kaki nelayan itu gosong. Kini jasad Andullah sesuai rencana bakal dimakamkan hari ini di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat. "Mungkin sudah menjadi takdirnya kak Abdullah, meninggal karena kesetrum listrik," kata sejumlah warga di kampung nelayan itu.
(fat/fat)











































