Pemuda Islam Malang Tuntut Tempat Maksiat Ditutup

Pemuda Islam Malang Tuntut Tempat Maksiat Ditutup

- detikNews
Rabu, 19 Agu 2009 14:55 WIB
Pemuda Islam Malang Tuntut Tempat Maksiat Ditutup
Malang - Puluhan massa tergabung dalam Gerakan Anti Maksiat (GERAM) Pemuda Islam Kabupaten Malang meminta penutupan tempat maksiat yang ada di Kabupaten Malang. Tuntutan ini dilakukan dengan menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Rabu (19/8/2009).

Massa dari berbagai elemen pemuda Islam datang membawa poster mengecam adanya tempat maksiat seperti lokalisasi dan panti pijat. Mereka meminta Bupati Malang menerbitkan Surat Keputusan (SK) untuk menutup tempat-tempat tersebut.

"Kami memintanya melalui anggota dewan yang menjadi perwakilan kami, dengan segera mendesak pemerintah kabupaten malang menutup tempat-tempat maksiat tersebut," jelas Koordinator Aksi Muhammad Ali Pasha kepada detiksurabaya.com di lokasi.

Sebelum menggelar aksi damai ini, puluhan massa melakukan longmarch menuju gedung DPRD Kabupaten Malang di Jalan Panji, Kepanjen. Dengan membawa poster mengecam adanya tempat maksiat di Kabupaten Malang, puluhan massa juga membawa poster bertuliskan kecaman adanya pesta dangdut erotis di gedung paripurna DPRD Kabupaten Malang.

Dalam tuntutannya pengunjuk rasa juga meminta gedung DPRD Kabupaten Malang tidak dijadikan ajang pesta hiburan. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu dengan menggelar orkes dangdut.

Tuntutan massa ini langsung mendapat tanggapan dari ketua dewan serta beberapa anggota dewan. Di hadapan massa para wakil rakyat ini berjanji akan menindak lanjuti tuntutan mereka.

"Kami meminta maaf dengan apa yang telah terjadi. Sedangkan untuk tuntutan penutupan tempat maksiat jelang bulan puasa akan kami sampaikan kepada bupati," kata Ketua DPRD Kabupaten Malang Suhadi di hadapan massa.

Aksi ini mendapat pengamanan ketat dari Polres Malang. Setelah mendapat tanggapan dari para wakil rakyat. Puluhan massa pun membubarkan diri.
(fat/fat)
Berita Terkait